SPI Melakukan Rapat Koordinasi Kelembagaan Tentang Optimalisasi Zona Integritas (ZI) di UIN Madura
- Diposting Oleh Admin Web SPI
- Kamis, 19 Februari 2026
- Dilihat 55 Kali
Rabu, 19 Februari 2026 Satuan Pengawasan Internal melakukan rapat koordinasi dalam rangka optimalisasi zona integritas di wilayah UIN Madura. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor II, Ketua tim ZI, Seluruh kabag dan kasubbag fakultas, serta seluruh kepala unit.
Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd. selaku Kepala Satuan Pengawasan Internal UIN Madura periode 2026-2027. Kepala SPI menyampaikan tentang urgensi optimalisasi ZI kepada seluruh audiens serta seruan zona integritas tidak hanya dilakukan di rektorat tapi juga di-breakdown di masing-masing fakultas. Penerapan zona integritas ini dilakukan dalam rangka mewujudkan kampus dengan predikat wilayah bebas korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Untuk menuju predikat ini maka sistem pengawasan harus berjalan efektif melalui unit pengendali gratifikasi, mekanisme whistleblowing system (WBS) yang merupakan saluran resmi untuk melaporkan pelanggaran secara aman, rahasia, dan terlindungi; pengendalian benturan kepentingan dan audit internal berkala.
"Perguruan tinggi yang berhasil biasanya memiliki inovasi unggulan, misalnya sistem akademik terpadu, layanan satu pintu (one stop service), transparansi anggaran berbasis dashboard digital, serta integrasi layanan mahasiswa secara daring" ujarnya. Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi ZI butuh kerjasama yang kolaboratif di lingkungan kerja UIN Madura.
Pada sesi tanggapan dari audiens, Dr. Buna'i, S.Ag. Mpd. selaku Wakil Rektor II menyampaikan bahwa tim SPI bergerak melakukan koordinasi optimalisasi ZI di UIN Madura sesuai arahan Rektor. Tanggapan selanjutnya oleh Dr. Mulyadi, M.Pd selaku Kepala LPM, beliau menyampaikan bahwa harus jelas pelaksanaan ZI di masing-masing unit dan fakultas karena pada hal ini yang bergerak tidak hanya tim ZI namun semua lini kampus juga turut memiliki andil di dalamnya, serta komitmen dari atasan juga sangat penting dalam penerapan ZI.
Ketua tim ZI, Dr. Abd. Ghofur, M.pd. juga turut menanggapi, beliau menyampaikan bahwa "Tim ZI sudah menyusun pedoman zona integritas yang bisa diakses di web kampus, namun belum final. Berisi tentang perubahan manajemen, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan penguatan kualitas pelayanan publik. Untuk kedepannya akan dilaksanakan forum tentang sosialisasi ZI serta penandatanganan pakta integritas ZI oleh tim ZI".
Kegiatan rapat koordinasi yang dilakukan oleh SPI ini merupakan langkah awal dari penerapan Zona Integritas sehingga kedepannya penerapan ZI benar-benar terlaksana serta dapat mewujudkan kampus dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).